Kamis, 30 April 2015

2/3.2 Sistem Monopoli VOC

Dengan berbagai cara VOC berusaha menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia serta pelabuhan-pelabuhan penting. Kecuali itu, juga berusaha memaksakan monopoli perdagangan rempah-rempah. Bagaimana VOC menjalankan usahanya tersebut? Pertama-tama berusaha menguasai salah satu pelabuhan penting, yang akan dijadikan pusat VOC. Untuk keperluan tersebut ia mengincar kota Jayakarta. Ketika itu Jayakarta di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Banten. Sultan Banten mengangkat Pangeran Wijayakrama sebagai adipati di Jayakarta.

Setelah memiliki sebuah kota sebagai pusatnya, maka kedudukan VOC makin kuat. Usaha untuk menguasai kerajaan-kerajaan dan pelabuhan-pelabuhan penting ditingkatkan. Cara melakukannya dengan politik dividi et impera atau politik mengadu domba. Mengadu dombakan sesama bangsa Indonesia atau antara satu kerajaan dengan kerajaan lain. Tujuannya agar kerajaan-kerajaan di Indonesia menjadi lemah, sehingga mudah dikuasainya. VOC juga sering ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan kerajaan-kerajaan di Indonesia.                                                                               
Untuk menguasai perdagangan rempah-rempah, ia memaksakan monopoli, terutama di Maluku. Dalam usahanya melaksanakan monopoli, VOC menetapkan beberapa peraturan, yaitu sebagai berikut :
1. Rakyat Maluku dilarang menjual rempah-rempah selain kepada VOC.
2. Jumlah tanaman rempah-rempah ditentukan oleh VOC.
3. Tempat menanam rempah-rempah juga ditentukan oleh VOC.

Agar pelaksanaan monopoli tersebut benar-benar ditaati oleh rakyat, VOC mengadakan Pelayaran Hongi. Pelayaran Hongi adalah patroli dengan perahu kora-kora, yang dilengkapi dengan senjata, untuk mengawasi pelaksanaan monopoli di Maluku. Bila terjadi pelanggaran terhadap peraturan tersebut di atas, maka pelanggarnya dijatuhi hukuman.

Hukuman terhadap para pelanggar peraturan monopoli disebut ekstirpasi. Hukuman itu berupa pembinasaan tanaman rempah-rempah milik petani yang melanggar monopoli, dan pemiliknya disiksa atau bisa-bisa dibunuh.

Akibatnya penderitaan rakyat memuncak. Puluhan ribu batang tanaman pala dan cengkih dibinasakan. Ribuan rakyat disiksa, dibunuh atau dijadikan budak.

Tidak sedikit yang meninggal di hutan atau gunung karena kelaparan. Tanah milik rakyat yang ditinggalkan, oleh VOC dibagi-bagikan kepada pegawainya. Karena kekejaman tersebut maka timbulah perlawanan di berbagai daerah.



Sumber: 

2/3.1 Sejarah Prakolonialisme

Pada masa sebelum kekuatan Eropa Barat mampu menguasai daratan dan perairan Asia Tenggara, belum ada Indonesia. Nusantara yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan tanah yang dikuasai oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran, kadang hidup berdampingan dengan damai sementara di lain waktu berada pada kondisi berperang satu sama lain. Nusantara yang luas tersebut kurang memiliki rasa persatuan sosial dan politik yang dimiliki Indonesia saat ini. Meskipun demikian, jaringan perdagangan terpadu telah berkembang di wilayah ini terhitung sejak awal permulaan sejarah Asia. Terhubung ke jaringan perdagangan merupakan aset penting bagi sebuah kerajaan untuk mendapatkan kekayaan dan komoditas, yang diperlukan untuk menjadi kekuatan besar. Tapi semakin menjadi global jaringan perdagangan ini di nusantara, semakin banyak pengaruh asing berhasil masuk; suatu perkembangan yang akhirnya akan mengarah pada kondisi penjajahan

Keberadaan sumber-sumber tertulis adalah yang memisahkan masa sejarah dari masa prasejarah. Karena sedikitnya sumber-sumber tertulis yang berasal dari masa sebelum tahun 500 Masehi, sejarah Indonesia dimulai agak terlambat. Diduga sebagian besar tulisan dibuat pada bahan yang mudah rusak dan - ditambah dengan iklim tropis lembab dan standar teknik konservasi yang berkualitas rendah pada saat itu - ini berarti bahwa sejarawan harus bergantung pada inskripsi/prasasti di atas batu dan studi sisa-sisa candi kuno untuk menelusuri sejarah paling terdahulu nusantara. Kedua pendekatan ini memberikan informasi mengenai struktur politik tua karena baik sastra maupun pembangunan candi adalah contoh budaya tinggi yang diperuntukkan bagi elit penguasa

Sejarah Indonesia memiliki ciri sangat khas, yaitu umumnya berpusat di bagian barat Nusantara (khususnya di pulau Sumatera dan Jawa). Karena sebagian besar bagian timur Nusantara memiliki sedikit kegiatan ekonomi sepanjang sejarah (terletak jauh dari jalur perdagangan utama), hal itu menyebabkan sedikitnya kegiatan politik; suatu situasi yang berlanjut hingga hari ini




1. 5 Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.

Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965


Sumber: http://amel-lia90.blogspot.com/2011/04/bab-1-sistem-ekonomi-indonesia.html 

1.4 Persaingan Terkendali

         Persaingan Terkendali adalah persaingan yang terencana dan dikendalikan pemerintah untuk menghindari persaingan tidak sehat.Indonesia merupakan negara yang sistem ekonominya terkendali.

● Ciri-ciri Persaingan Terkendali:

-    Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dll

-  Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui bumn dan bumd.

Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi kita adalah kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.

Sehubungan dengan persaingan antarbadan-usaha, tidak terdapat rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu. Namun untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas bidang usaha.

Jadi pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali.

1. 3 Kapitalisme dan Sosialisme

     A. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomi seperti memproduksi barang, menjual barang, menaklukan barang dan lain sebagainya.
Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya.
● Ciri-ciri ekonomi kapitalisme:
-          Pengakuan yang luas atas hak-hak pibadi
-          Peekonomian diatu oleh mekanisme pasa
-          Manusia dipandang sebagai makhluk homo-economicus yang selalu mengeja keuntungan

       B. Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah
● Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme:
-          Pemilikan harta oleh negara
-          Kesamaan ekonomi
-          Disiplin politik

● Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:
-          Lebih mengutamakan kebersamaan
-          Peran pemerintah sangat kuat
-          Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi


Sumber: 

1.2 Sistem Ekonomi dan Sistem Politik

 Sistem Ekonomi
      1. Pengertian Sistem Ekonomi
           Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan untuk mengatur segala aktivitas ekonomi dalam suatu negara baik yang dilakukan pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu untuk mencapai kesejahteraan bersama. Aktivitas yang dimaksud disini adalah kegiatan yang di dalamnya meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
       2. Fungsi dari Sistem Ekonomi:
a. cara atau metode untuk menggorganisasikan kegiatan individu
b. sarana pendorong untuk melakukan produksi
c. menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik
      3. Macam-macam Sistem Ekonomi
A. Sistem Ekonomi Tradisional
            merupakan sistem ekonomi yang dijalankan untuk kepentingan bersama yang sesuai dengan tatacara yang biasa dilakukan oleh nenek moyang terdahulu. Pada umumnya, sistem ini berlaku pada negara negara yang belum maju atau negara tertinggal
● Ciri-ciri:
-          Belum ada pembagian kerja
-          Pertukaran dengan sistem barter
-          Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
-          Masih terikat tradisi dari nenek moyang terdahulu
-          Memerlukan modal yang sedikit
● Kelebihan :
-          Persaingan yang sehat, hubungan antar individu yang erat
-          Masyarakat tidak individualisme
-          Masyarakat merasa aman karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
● Kekurangan:
-          Mutu dari barang yang dihasilkan masih sangat rendah
-          Teknologi yang digunakan masih sederhana, sehingga produktivitas rendah
B. Sistem Ekonomi Liberal
            Suatu sistem ekonomi yang mengehendaki kebebasan bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah
●Ciri-ciri;
-  diakuinya kebebasan pihak swasta atau masyarakat untuk melakukan tindakan tindakan ekonomi
- diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang capital)
- dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan
● Kelebihan :
-          Campur tangan pemerintah kecil sehingga mendorong kesempatan yang luas bagi pihak swasta
-          Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat
-          Pengakuan hak milik oleh Negara mendorong semangat usaha masyarakat
● Kekurangan:
-          Persaingan yang tidak sehat, yaitu penindasan kaum yang lemah
-          Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan
C. Sistem Ekonomi Terpusat
      Sistem dimana pemerintah memegang peranan paling penting dalam pengaturan kegiatan ekonomi.
● Ciri cirri:
-          Seluruh kegiatan produksi ditetapkan pemerintah oleh aturan Negara
-          Alat-alat produksi dikuasi oleh pemerintah
● Kelebihan:
-          Pemerintah lebih mudah dalam pengawasan dan pengendalian
-          Kemakmuran masyarakat merata
-          Perencaan pembangunan lebihcepat direalisasikan
● Kekurangan:
-          Adanya pasar gelap
-          pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan pemerintah adalah benar dan harus di patuhi
D. Sistem Ekonomi Campuran
● Ciri ciri:
-          Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.
-          Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah camour tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
● Kebaikan:
-          Hak individu/swasta diakui dengan jelas
-          Harga lebih mudah untuk dikendalikan
● Keburukan:
-          Peranan pemerintah lebih berat dibanding dengan swasta
-          Timbulnya KKN

Sistem Politik           
            Kumpulan pendapat dan lain-lain yang membentuk satu kesatuan yang saling terhubung satu sama lain untuk mengatur pemerintah serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasan dengan cara mengatur hubungan antara individu dan satu sama lainnya atau dengan negara dan hubungan negara dengan negara.
●  Ciri-ciri Umum Sistem Politik Menurut Almond, yaitu:
-          Semua struktur politik memiliki spesialisasi, baik pada masyarakat primitif maupun modern dalam melaksanakan banyak fungsi
-          Semua sistem politik yang sederhana sekalipun dengan memiliki kebudaaan politik.
-          Semua sistem politik menjalankan fungsi yang sama, namun memiliki perbedaan pada tingkatan yang berbeda-beda, yang ditimbulkan pada perbedaan stuktur.
● Fungsi Sistem Politik:
-          Fungsi Sosialisasi Politik
       Merupakan suatu cara untuk memperkenalkan nilai nilai politik, sikap-sikap dan etika politik yang berlaku atau yang dianut oleh suatu Negara
-          Fungsi rekrutmen Politik 
      Suatu proses seleksi atau rekrutmen anggota anggota kelompok untuk mewakili kelompoknya dalam jabatan jabatan administratif maupun politik.
-          Fungsi Komunikasi Politik
      Salah satu fungsi yang dijalankan oleh partai politik dengan segala stuktur yang tersedia, mengadakan komunikasi informasi, isu, dan gagasan politik.
-          Fungsi Statifikasi Sosial
       Demensi vertical dari stuktur sosial masarakat, dalam artian melihat perbedaan masyarakat berdasakan lapisan yang ada, apakah berlapis lapis secara vertical dan apakah pelapisan tersebut tebuka atau tetutup.
           
Sumber:

1.1. Pengertian Sistem

         Sistem adalah suatu kesatuan yang mengandung unsur-unsur atau elemen-elemen atau bagian-bagian yang terikat dalam satu kesatuan dan saling bergantung atau sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.
         Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
         Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

         Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
 Sistem Menurut Beberapa Ahli :

1. Djekky R. Djoht

Sistem adalah agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi, atau bergerak dalam satu kesatuan.

2. L. Ackof
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

3. Jogianto

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

4. Azhar Susanto

Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

5. Zulkufli A.M.

Sistem adalah himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, dan saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.